MediaTek atau Qualcomm yang terbaik?

MediaTek atau Qualcomm – Sepertinya kebanyakan orang masih memandang sebelah mata tentang MediaTek karena banyak digunakan oleh ponsel buatan Cina. Namun berdasarkan analisa Babeh, baik MediaTek dan Qualcomm sama-sama baik, dan masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing.

Pada ponsel kelas menengah, banyak sekali produk yang ditawarkan yang menggunakan kedua prosesor tersebut, salah satunya adalah Xiaomi Redmi Note 2 dengan prosesor MediaTek Mt6795 Helio X10 2,2 Ghz, yang sangat sukses di pasaran. Jika dibandingkan dengan Asus Zenfone 2 Laser yang menggunakan Qualcomm Snapdragon 615 Quad-core 1.5 GHz Cortex-A53 di kelas yang sama meski harganya lebih tinggi Zenfone 2 laser, tapi masalah performa Helio X10 tidak kalah cepatnya.

MediaTek atau Qualcomm

Pilih MediaTek atau Qualcomm

Meskipun kebanyakan pengguna ponsel lebih memperhatikan fitur dan kamera yang dibawa ponsel tersebut, dan hanya sedikit sekali yang perduli pakai prosesor apa ponselnya. Tapi ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang kedua prosesor paling terkenal dan banyak digunakan kebanyakan ponsel.

Kelebihan dan Kekurangan MediaTek

Merupakan produk Taiwan yang biasanya menggunakan lebih banyak inti prosesor, seperti misalnya octa core, hexa core, dan deca core.

Seperti yang kita ketahui, semakin cepat prosesornya maka semakin boros penggunaan baterenya. Hal ini paling banyak dikeluhkan oleh para pengguna ponsel yang disematkan prosesor MediaTek. Pihak MediaTek sedang berpikir keras untuk lebih efisien dalam penggunaan batere disamping meningkatkan performanya.

Performanya sudah diakui dunia bahwa prosesor MediaTek sangat cepat dan stabil dimana mereka menyematkan banyak inti prosesor, sehingga kinerjanya sangat memuaskan khususnya dalam melakukan multitasking. Makin banyak core yang disematkan, maka menggerus RAM yang tersedia, jadi jika RAM rendah, bisa dipastikan ponsel tersebut akan sering hang atau lag. Semakin tinggi RAM akan semakin cepat, tetapi daya tahan batere pun semakin tergerus sehingga menghasilkan panas berlebih.

Sisi grafis merupakan pihak ketiga, MediaTek banyak bekerjasama dengan PowerVR dan Mali dalam sisi grafisnya.


Kelebihan dan Kekurangan Qualcomm Snapdragon

Chipset Snapdragon diproduksi oleh Qualcomm yang merupakan perusahaan asal Amerika. Berbeda dengan MediaTek, chipset Snapdragon dinamakan SoC (System on Chip) atau dalam istilah komputer sering disebut on board. Jadi dalam Snapdragon terintegrasi dengan CPU dan GPU (Adreno), serta GPS, Wifi, Modem unit, radio module, dan sebagainya. Sehingga harga chipset Snapdragon biasanya lebih mahal dari MediaTek.

Pada sisi performa, Snapdragon menawarkan stabilitas dengan efisiensi. Sangat cepat untuk multitasking dan bermain game, disamping itu pula ada efisiensi sumber daya batere, sehingga daya tahan lebih lama. Namun ada juga ponsel yang menggunakan Qualcomm tetapi sangat boros batere, salah satunya adalah HTC Desire.

Jika dibandingkan dengan MediaTek, tentu saja daya tahan batere Snapdragon jauh lebih baik karena hanya sedikit core yang disematkan, namun masalah performa sama-sama tangguh.

Lebih jauh lagi, berdasarkan uji coba Benchmark yang telah sudah dilakukan terhadap produk chipset terbaik dari kedua pabrikan tersebut, termasuk juga Exynos yang diproduksi oleh Samsung, diperoleh data sebagai berikut:

  • Helio X30: 160,000
  • Snapdragon 820: 130,000
  • Kirin 950: 89,000
  • Exynos 7420: 85,000
  • Helio X20: 100,000
  • Snapdragon 810: 81,000
  • Helio X10: 58,000
Sumber: wccftech
Dari test Benchmark tersebut, dapat disimpulkan bahwa MediaTek Helio X30 jauh mengungguli Exynos 7420, Kirin 950 dan Snapdragon 820 yang merupakan produk paling mutakhir dari masing-masing manufaktur saat ini.
MediaTek atau Qualcomm yang terbaik? | asepkanan | 4.5